BBM Disebut Ada, Pengemudi Dipaksa Menunggu? Pelayanan SPBU Simpang PU Dipertanyakan
TULANG BAWANG BARAT, Lingkarmerah.my.id – Pelayanan SPBU 24.345.116 di wilayah Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menuai keluhan dari sejumlah pengemudi truk maupun kendaraan pribadi, Jumat (25/9/2026).
Para pengemudi mempertanyakan pelayanan solar dan Pertalite yang menurut mereka disebut tersedia, namun pengisian belum juga dibuka. Akibatnya, kendaraan terpaksa menunggu hingga antrean mengular di sekitar area SPBU. Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan menunggu BBM. Antrean kendaraan yang menumpuk disebut mulai mengganggu kelancaran lalu lintas dan membuat pengguna jalan lainnya merasa terganggu.
Bahkan, menurut keterangan sejumlah pengemudi, beberapa pengguna jalan sempat tersulut emosi karena keberadaan antrean dinilai menghambat arus kendaraan.
“BBM ada, tetapi kenapa belum dilayani? Kalau memang ada kendala, seharusnya disampaikan dengan jelas. Kami hanya butuh kepastian, bukan dibiarkan menunggu tanpa penjelasan,” keluh salah seorang pengemudi.
Para pengemudi pun meminta perhatian serius dari instansi terkait serta jajaran Polres Tulang Bawang Barat agar kondisi antrean dan dampaknya terhadap lalu lintas dapat segera ditangani.
Pertanyaannya, mengapa BBM yang disebut tersedia belum dilayani kepada konsumen? Pertanyaan tersebut coba dijawab awak media dengan mendatangi pihak SPBU dan meminta klarifikasi kepada seorang pegawai yang disebut bernama Yogi. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil. Yogi disebut tidak bersedia menemui awak media, sedangkan pintu kantor SPBU dalam kondisi tertutup.
Akibat belum adanya penjelasan dari pihak pengelola, alasan sebenarnya mengenai belum dibukanya pelayanan solar dan Pertalite masih menjadi tanda tanya.
Para pengemudi berharap pengelola SPBU tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele. Sebab, ketika antrean kendaraan sudah berdampak terhadap pengguna jalan lainnya, persoalannya bukan lagi semata-mata soal pelayanan konsumen, tetapi juga menyangkut ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Masyarakat meminta adanya keterbukaan mengenai ketersediaan BBM, jam pelayanan, serta sistem pengaturan antrean. Jika memang terdapat kendala teknis atau alasan tertentu, konsumen berharap pihak SPBU memberikan informasi secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan dan kesimpangsiuran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 24.345.116 belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan pengemudi, kondisi antrean, maupun alasan pelayanan solar dan Pertalite belum dibuka.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPBU maupun instansi terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (PD/Imam).






