Pelantikan 250 Pejabat di Barito Utara Digelar Tertutup, Awak Media Pertanyakan Transparansi

Barito Utara, Lingkarmerah.My.id – Pelantikan dan rotasi sejumlah Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, menuai sorotan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, Shalahuddin, itu berlangsung tidak seperti biasanya karena digelar secara tertutup di Gedung Balai Antang pada Senin (04/05/2026).

Sejumlah Awak Media yang telah hadir di lokasi hanya dapat menunggu di halaman gedung tanpa diberi akses untuk meliput jalannya prosesi pelantikan. Padahal, agenda pelantikan pejabat publik umumnya dilakukan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Situasi ini semakin memicu tanda tanya ketika seorang wartawan mencoba menitipkan telepon genggam kepada panitia untuk sekadar merekam sambutan dalam acara tersebut. Namun, upaya itu tidak diizinkan oleh panitia.

“Bahkan untuk merekam sambutan saja tidak boleh. Ini jadi pertanyaan besar,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Sejumlah Awak Media lokal pun menyampaikan keprihatinan atas kebijakan tersebut. Mereka menilai langkah pelantikan tertutup tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat kegiatan tersebut menyangkut pejabat publik dan kepentingan masyarakat luas.

“Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, seharusnya bisa dilakukan secara terbuka,” ungkapNya

Usai pelantikan, Bupati Barito Utara Shalahuddin menjelaskan bahwa tidak ada unsur penutupan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembatasan dilakukan semata-mata karena jumlah pejabat yang dilantik mencapai sekitar 250 orang, sementara yang hadir lebih dari 300 Orang sehingga kapasitas gedung menjadi pertimbangan utama.

“Tidak ada pelantikan tertutup. Karena yang dilantik cukup banyak, maka jumlah yang masuk dibatasi,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi di lapangan dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan penjelasan tersebut, lantaran seluruh awak media tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pelaksanaan kegiatan berlangsung tertutup.

Ke depan, diharapkan tidak terjadi lagi miskomunikasi serupa antara panitia pelaksana dan awak media. Pelantikan dan rotasi pejabat merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi serta peningkatan kinerja pemerintahan, namun keterbukaan informasi tetap menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik. (Rizal)