DPRD Tubaba Bahas Keluhan Warga, Karaoke Diva Family Masih Beroperasi Meski Ditolak Masyarakat

Tulang Bawang Barat, Lingkarmerah.my.id – 6 Juni 2026 – Keberadaan Karaoke Diva Family di Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, kembali menjadi sorotan tajam publik. Meski gelombang penolakan warga terus menguat dan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah, tempat hiburan malam tersebut hingga kini masih tetap beroperasi.

Persoalan ini bahkan telah masuk dalam pembahasan DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sejumlah wakil rakyat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas guna menindaklanjuti keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan keberadaan tempat hiburan tersebut.

Warga mempertanyakan mengapa aspirasi yang telah disampaikan secara terbuka, mulai dari tingkat tiyuh, kecamatan hingga kabupaten, seolah belum mampu menghasilkan tindakan nyata. Padahal, keresahan masyarakat telah berlangsung cukup lama dan bukan lagi menjadi rahasia umum.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan. Kami hanya ingin lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Jika memang keberadaan karaoke ini menimbulkan keresahan, mengapa sampai hari ini belum ada tindakan tegas?” ujar salah seorang warga.

Sebelumnya, Asisten I Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diketahui telah turun langsung menemui warga dan mendengar berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Dalam dialog tersebut, warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap keberadaan Karaoke Diva Family dan meminta tempat usaha tersebut ditutup atau dipindahkan dari lingkungan permukiman.

Namun fakta di lapangan menunjukkan operasional tempat hiburan tersebut masih berjalan seperti biasa. Kondisi ini memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas pengawasan serta keseriusan instansi terkait dalam menindaklanjuti aspirasi rakyat.

Sorotan juga mengarah kepada aparat penegak Peraturan Daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Warga berharap Satpol PP, pemerintah kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi hadir sebagai pelaksana kebijakan yang mampu memberikan kepastian hukum dan ketertiban bagi masyarakat.

“Jangan sampai suara rakyat hanya didengar saat rapat, tetapi diabaikan saat harus mengambil keputusan. Jika aturan memang ada, maka aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas warga.

Masyarakat memberikan apresiasi kepada DPRD Tubaba yang telah membawa persoalan ini ke forum resmi dan menjadikannya perhatian publik. Namun warga menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar pembahasan, melainkan keberanian pemerintah untuk mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kini warga Tiyuh Marga Kencana menunggu bukti nyata dari pemerintah daerah. Di tengah meningkatnya desakan masyarakat, pertanyaan yang terus bergema adalah: sampai kapan keluhan warga hanya menjadi bahan rapat, sementara sumber keresahan yang dipersoalkan masih tetap beroperasi?

Masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan polemik ini berlarut-larut. Sebab bagi warga, ketegasan pemerintah bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap hak masyarakat untuk hidup dalam lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.(PD)im