Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Muara Teweh Gelar Razia Insidentil Kamar Hunian Warga Binaan

Barito Utara, Lingkarmerah.My.id – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar razia insidentil di kamar hunian warga binaan, Minggu (19/07/2026).

Razia mendadak tersebut merupakan langkah preventif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus mendeteksi dini keberadaan benda tajam maupun barang berbahaya lainnya yang berpotensi disalahgunakan di dalam blok hunian.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) bersama jajaran struktural dengan melibatkan seluruh personel regu jaga dan staf administrasi.

Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap kamar, mulai dari dinding, loker pakaian hingga sudut-sudut tersembunyi yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.

Pelaksanaan razia dilakukan secara tegas, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Barang-barang yang dikategorikan terlarang maupun berbahaya langsung diamankan untuk diinventarisasi dan selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan.

Kepala Lapas llB Muara Teweh, Halason Sinaga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan zero halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) serta menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif.

“Razia insidentil ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam menutup setiap celah potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi gangguan nyata. Lingkungan yang steril dari benda tajam dan barang berbahaya akan memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni maupun petugas. Kondisi yang kondusif menjadi fondasi utama agar program pembinaan keagamaan dan keterampilan bagi warga binaan dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Melalui razia yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, Lapas Muara Teweh berharap situasi keamanan tetap terjaga sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Rizal)