Klarifikasi Kepalo Tiyuh dan Ketua BUMT: Semua Program Berjalan Maksimal dan Terus Berkembang
Tulang Bawang Barat – Kepalo Tiyuh dan Ketua Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) Gilang Tunggal Makarta, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, memberikan tanggapan sekaligus klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di masyarakat.
Dalam pernyataannya, kedua pejabat desa tersebut menegaskan bahwa seluruh program kerja yang dibiayai melalui anggaran desa telah diserap dengan tepat sasaran, berjalan maksimal, dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik serta menguntungkan bagi desa.
Kepalo Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, Jaeni Dahlan, menjelaskan secara rinci mengenai pengelolaan ternak sapi milik desa yang menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa seluruh aset ternak masih ada, terdata dengan jelas, dan saat ini sedang dipelihara serta dikelola langsung oleh warga desa. Pengelolaan ini sepenuhnya menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Tiyuh (APBT).
“Sapi milik desa masih ada dan saat ini diurus oleh 6 warga yang telah ditetapkan. Sebelumnya memang ada sapi yang dikelola Pak Sudana sebanyak 2 ekor sudah dijual, namun hasil penjualannya langsung digunakan untuk membeli bibit baru sebagai pengganti. Hal yang sama juga terjadi pada sapi yang dikelola Pak Tamyis, baru saja dijual karena yang merawatnya adalah anak menantu yang akhirnya merantau ke luar daerah, sehingga demi keamanan dan pemeliharaan, sapi tersebut kami jual,” ungkap Jaeni Dahlan saat memberikan keterangan pada Minggu, 25 Mei 2026.
Jaeni juga menegaskan bahwa mekanisme penjualan dan pembelian kembali bibit ternak tersebut adalah bagian dari siklus usaha peternakan yang wajar dan telah diatur dalam aturan pengelolaan. Tujuannya agar populasi ternak terus berkembang biak, menghasilkan keuntungan, dan aset desa tidak berkurang nilainya.
“Jadi jangan dilihat hanya dari sisi penjualannya saja, karena prosesnya memang dijual lalu langsung dibelikan bibit baru yang lebih produktif. Hingga saat ini pengelolaan ternak sapi milik desa berjalan lancar, terus berkembang biak, dan bahkan sudah mulai menghasilkan hasil yang nyata bagi desa,” tegas Jaeni Dahlan.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BUMT Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, Sarjo. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan usaha peternakan sapi yang menjadi program unggulan BUMT tahun ini telah berjalan sangat baik dan terbukti memberikan keuntungan finansial. Melalui sistem penggemukan dan pembibitan, usaha desa ini mampu memberikan pemasukan bersih ke kas BUMT.
“Dari 12 ekor sapi yang kami beli menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2025, sejauh ini sudah terjual sebanyak 6 ekor. Dari penjualan tersebut, keuntungan bersih yang berhasil kami dapatkan dan masuk ke kas BUMT mencapai lebih dari Rp5 juta. Dana keuntungan tersebut tidak akan kami habiskan begitu saja, melainkan akan kami putar kembali untuk membeli bibit sapi baru lagi agar jumlah ternak semakin bertambah dan usaha desa semakin besar,” jelas Sarjo.
Sarjo menambahkan, segala kebijakan dan langkah kerja yang dilakukan oleh Pemerintah Tiyuh maupun pengurus BUMT semata-mata ditujukan demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan seluruh warga. Khususnya bagi warga yang bergerak di sektor peternakan, program ini dirancang agar bisa menjadi pendorong ekonomi dan contoh usaha yang mandiri dan produktif di tengah masyarakat.
“Segala yang sudah kami lakukan dan jalankan bersama pemerintah tiyuh adalah bentuk upaya nyata untuk memajukan desa. Tujuan akhirnya jelas, yaitu untuk menyejahterakan para peternak dan warga di Tiyuh Gilang Tunggal Makarta agar ekonomi desa semakin bangkit dan mandiri,” pungkas Sarjo.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak pengurus berharap masyarakat dapat memahami proses dan tujuan pengelolaan aset desa dengan benar, sehingga informasi yang tidak lengkap atau menimbulkan kesalahpahaman tidak lagi berkembang di tengah masyarakat.(PD)






