Jalan Kabupaten Rusak Akibat Truk ODOL, Polisi Panggil Perusahaan, Publik Pertanyakan Minimnya Penindakan
Tubaba, lingkarmerah.my.id – Kerusakan jalan kabupaten di Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang diduga akibat lalu lintas truk overdimensi dan overload (ODOL) pengangkut sagu milik PT BBSW, Pakuwon, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, memicu respons aparat penegak hukum.
Satuan Lalu Lintas Polres Tubaba memanggil pihak perusahaan untuk dimintai klarifikasi dan memberikan imbauan. Pertemuan tersebut turut didampingi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tubaba dan berlangsung di ruang Kasat Lantas Polres Tubaba.
Namun, langkah yang diambil aparat menuai tanda tanya publik karena belum mengarah pada penindakan tegas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tubaba, Herson, mengakui kendaraan perusahaan memiliki tonase besar dan berkontribusi terhadap kerusakan jalan.
“Pertemuan ini berdasarkan keluhan masyarakat. Bukan untuk menghambat rezeki atau investor dari luar daerah. Selama tidak mengganggu atau merusak fasilitas, silakan. Namun kondisi jalan kita sudah parah, apalagi dengan curah hujan tinggi, sementara tonase kendaraan perusahaan cukup besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika aturan diterapkan secara ketat, kendaraan tersebut berpotensi dikenai sanksi.
“Kalau aturan diterapkan sepenuhnya, mungkin kendaraan itu sudah diamankan. Saat ini masih sebatas teguran. Jika tidak diindahkan, dapat masuk unsur pidana dan menjadi kewenangan kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tubaba, IPTU Ucida, menyatakan kondisi jalan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. “Dulu jalannya bagus, sekarang rusak. Dari lalu lintas yang ada, cukup banyak kendaraan perusahaan yang melintas. Kami memanggil pihak perusahaan untuk mengimbau agar kendaraan disesuaikan dengan spesifikasi jalan, baik dari sisi tonase maupun dimensi,” ujarnya.
Ia mengaku baru bertugas di Tubaba dan menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan dan aktivitas angkutan berat. “Ini langkah awal. Harapannya aspirasi masyarakat bisa didengar dan jalan tetap terpelihara,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PT BBSW menyatakan akan melaporkan hasil pertemuan kepada pimpinan perusahaan dan berjanji melakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak.
Meski demikian, masyarakat menilai langkah yang diambil masih sebatas imbauan dan belum memberikan efek jera. Hingga kini, aktivitas angkutan berat dilaporkan masih berlangsung, sementara kondisi jalan disebut tetap rusak.
Sejumlah warga berharap aparat menegakkan aturan secara konsisten agar kerusakan infrastruktur tidak terus berulang dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (PD/IMAM).






