Longsor Mengintai Tower Telekomunikasi di Desa Sikui, Bupati Barito Utara Perintahkan Penanganan Darurat
Barito Utara, Lingkarmerah.My.id – Ancaman bencana tanah longsor membayangi infrastruktur vital di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara. Pemerintah daerah pun bergerak cepat merespons situasi yang dinilai berisiko tinggi tersebut.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara, laporan masyarakat yang masuk lewat portal pengaduan langsung ditindaklanjuti dengan pemantauan lapangan oleh Tim E-Government pada Selasa (14/4/2026).
Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan kondisi tanah yang semakin mengkhawatirkan. Di titik koordinat Lat 1°4’24.11″S dan Long 115°4’58.46″E, ditemukan retakan tanah cukup lebar disertai penurunan struktur yang signifikan—indikasi kuat potensi longsor. Yang lebih mengkhawatirkan, titik longsor berada sangat dekat dengan infrastruktur penting. Jaraknya hanya sekitar 5 meter dari kaki tower telekomunikasi dan sekitar 15 meter dari badan jalan nasional yang menjadi akses utama masyarakat.
Kondisi tanah yang labil ini diperkirakan akan semakin memburuk jika wilayah tersebut diguyur hujan deras, yang berpotensi memicu longsor susulan dan membahayakan keselamatan warga serta pengguna jalan.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan penanganan teknis darurat di lokasi.
Kepala Diskominfosandi Barito Utara, H. Moch Iksan, juga telah mengirimkan surat resmi kepada pihak penyelenggara layanan telekomunikasi, PT Telkomsel, agar segera mengambil langkah preventif untuk mengamankan tower mereka.
“Hal ini penting guna mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan, seperti robohnya tower yang tidak hanya akan memutus akses komunikasi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan raya di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola tower dalam mengantisipasi risiko bencana.
Hingga berita ini diturunkan, tim terkait masih terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah lebih lanjut.(Rizal).






