Lima Bulan Gaji Tak Kunjung Dibayar, Aparatur Tiyuh Karta Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Tulang Bawang Barat, lingkarmerah.my.id – Jeritan aparatur Tiyuh Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mulai terdengar lantang. Pasalnya, hingga memasuki bulan kelima tahun berjalan, gaji mereka belum juga dibayarkan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam di kalangan aparatur tiyuh yang selama ini tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat meski hak mereka belum diterima. Ironisnya, di tengah tuntutan pelayanan publik yang harus terus berjalan, para aparatur justru harus menanggung beban ekonomi akibat tersendatnya pembayaran gaji.

Salah seorang aparatur Tiyuh Karta yang meminta namanya dirahasiakan mengaku sangat kecewa dengan situasi tersebut. Menurutnya, keterlambatan pembayaran gaji selama lima bulan bukan lagi persoalan administratif biasa, melainkan sudah menyentuh kebutuhan hidup para aparatur dan keluarganya.

“Sudah lima bulan kami bekerja tanpa menerima gaji. Kami tetap masuk kerja, tetap melayani masyarakat, tetapi hak kami belum juga dibayarkan. Tentu kami sangat kecewa,” ungkapnya.

Ia menyebutkan sedikitnya terdapat 17 aparatur Tiyuh Karta yang hingga saat ini masih menunggu kejelasan terkait pembayaran gaji mereka. Lebih jauh, sumber tersebut mengaku menyesalkan kondisi yang terjadi.

Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap nasib aparatur tiyuh yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat bawah.

“Kami juga punya keluarga yang harus dinafkahi. Kebutuhan sehari-hari terus berjalan, sementara gaji yang menjadi hak kami belum ada kejelasan kapan dibayarkan,” katanya.

Keterlambatan pembayaran gaji yang berlangsung hingga lima bulan ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan penyebab terjadinya tunggakan tersebut serta langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang dinilai menyangkut hak dasar para aparatur.

Jika kondisi ini terus berlarut tanpa kepastian, bukan tidak mungkin akan berdampak pada menurunnya semangat kerja aparatur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat dan aparatur kini menunggu sikap serta tanggung jawab pemerintah terkait penyelesaian persoalan tersebut. Sebab, di balik pelayanan yang tetap berjalan, terdapat puluhan aparatur yang hingga hari ini masih menanti hak mereka dibayarkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Tiyuh Karta maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab belum dibayarkannya gaji aparatur selama lima bulan terakhir. (PD)Imam.