Jalan Maut Panaragan Jaya Kembali Telan Korban Jiwa, Warga Murka: Pemerintah Tubaba Dinilai Lalai dan Gagal Lindungi Rakyat
Tulang Bawang Barat, Lingkarmerah.my.id – Buruknya infrastruktur jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali memakan korban jiwa. Kelalaian pemerintah dalam menangani kerusakan jalan protokol penghubung Panaragan Jaya menuju Panaragan kini menjadi sorotan tajam masyarakat setelah seorang warga dilaporkan tewas akibat kecelakaan tragis di ruas jalan tersebut, Rabu malam (27/5/2026).
Korban diketahui bernama Karim Bin Ratu, warga Gunung Katun Tanjungan. Ia diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah kendaraan yang dikendarainya menghantam lubang besar di depan PONED Panaragan Jaya — titik jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga namun seolah dibiarkan tanpa penanganan serius.
Tragedi ini langsung memantik kemarahan masyarakat. Warga menilai Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat gagal menjalankan tanggung jawab dasarnya dalam menyediakan infrastruktur jalan yang layak dan aman bagi masyarakat.
“Jalan itu sudah lama rusak parah, bukan baru kemarin. Kami sudah sering mengeluh, tapi tidak pernah benar-benar diperbaiki. Sekarang sudah ada korban meninggal, siapa yang harus bertanggung jawab?” ujar salah satu keluarga korban dengan nada geram.
Menurut warga, kondisi jalan Panaragan Jaya–Panaragan sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan berat. Lubang menganga tersebar di berbagai titik dan berubah menjadi ancaman maut, terutama saat malam hari karena minim penerangan jalan.
Ironisnya, hingga korban jiwa kembali berjatuhan, pemerintah dinilai masih lamban dan terkesan abai. Tidak ada langkah konkret maupun perbaikan permanen yang dilakukan, sementara masyarakat setiap hari dipaksa mempertaruhkan nyawa saat melintasi jalan tersebut.
Kemarahan publik semakin memuncak lantaran pemerintah dianggap lebih sibuk membangun citra dan menggembar-gemborkan slogan pembangunan dibanding menyelesaikan persoalan mendasar yang langsung menyangkut keselamatan rakyat.
“Jangan hanya pandai pidato soal pembangunan dan pencitraan. Faktanya rakyat masih disuruh melintasi jalan seperti kubangan maut. Pajak kami dibayar, tapi keselamatan kami seperti tidak dianggap,” kecam warga lainnya.
Peristiwa meninggalnya Karim Bin Ratu kini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Masyarakat mendesak pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan total terhadap jalan rusak di wilayah tersebut sebelum kembali memakan korban berikutnya.
Warga juga meminta pemerintah tidak lagi menunggu tragedi demi tragedi terjadi baru bergerak melakukan penanganan. Sebab bagi masyarakat, jalan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut nyawa manusia yang setiap hari berada dalam ancaman.
(PD/Imam).






