Hasan, Putra Asli Kagungan Ratu Agung, Siap Mengabdi dan Bangun Tiyuh Bersama Warga
TULANG BAWANG BARAT, Lingkarmerah.my.id – Hasan, putra asli Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Kepalo Tiyuh Kagungan Ratu Agung pada Pilkati 2026.
Lahir dan tumbuh di tengah masyarakat Kagungan Ratu Agung, Hasan mengaku terpanggil untuk mengabdikan diri dan ikut mengambil bagian dalam membangun tiyuh kelahirannya. Ia menegaskan, pencalonannya bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan sebuah ikhtiar untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Hasan pun mengajak masyarakat untuk memilih putra tiyuh sendiri dan bersama-sama membangun kampung halaman.
“Ayo pade, bukde, pilih wong e dewe. Hasan wong e dewe,” ujar Hasan, menyampaikan ajakannya kepada masyarakat Kagungan Ratu Agung.
Dalam pencalonannya, Hasan mengaku tidak ingin mengumbar janji-janji berlebihan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja, mendengar keluhan warga dan berani mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.
“Bagi saya, tidak perlu banyak janji. Yang terpenting adalah bagaimana harapan masyarakat bisa kita perjuangkan dan kita wujudkan bersama. Seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan masyarakat,” tegasnya.
Hasan menyadari bahwa membangun sebuah tiyuh bukan pekerjaan yang dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah tiyuh dan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur tiyuh serta seluruh elemen warga.
Menurutnya, kekuatan terbesar sebuah tiyuh terletak pada persatuan masyarakatnya.
“Kalau bukan putra tiyuh yang peduli terhadap tiyuhnya sendiri, lalu siapa lagi? Kalau bukan kita yang ikut memikirkan dan membangun tiyuh kita, siapa yang akan melakukannya?” katanya.
Hasan juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu berada di tengah-tengah masyarakat. Persoalan warga, kata dia, tidak cukup hanya didengar dari laporan, tetapi harus dilihat dan dirasakan secara langsung agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baginya, jabatan Kepalo Tiyuh bukanlah sekadar kedudukan, melainkan amanah yang memiliki konsekuensi besar.
Pemimpin harus siap bekerja untuk masyarakat serta mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.
Di sisi lain, Hasan mengajak seluruh masyarakat Kagungan Ratu Agung untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan selama tahapan Pilkati 2026 berlangsung.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak sampai memutus hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan antarwarga.
“Siapa pun nanti yang mendapat amanah dari masyarakat, kita harus tetap bersatu. Karena tujuan kita sama, yaitu melihat Tiyuh Kagungan Ratu Agung menjadi lebih maju, masyarakatnya sejahtera, dan tiyuh kita semakin baik ke depan,” ungkapnya.
Hasan berharap pesta demokrasi di tingkat tiyuh dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang benar-benar mampu membawa kepentingan warga ke arah yang lebih baik.
Ia pun kembali menyerukan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kagungan Ratu Agung.
“Mari kita bersama-sama membangun tiyuh yang kita cintai. Jangan hanya berharap kepada satu orang. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjadikan Tiyuh Kagungan Ratu Agung lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkas Hasan.
(PD/Imam)






