MOSI TIDAK PERCAYA! 85 Persen Tenaga Medis dan Staf Puskesmas Kibang Budi Jaya Desak Kapus Dicopot, Bupati dan DPRD Diminta Turun Tangan

TULANG BAWANG BARAT, Lingkarmerah.my.id – Gelombang ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Kepala UPTD Puskesmas Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mencuat ke permukaan. Sebanyak 85 persen dari total 58 tenaga kerja yang terdiri atas tenaga medis dan staf disebut menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kepala Puskesmas, Ika Isnafuri, SKM., MM., dan mendesak agar segera dilakukan pergantian pimpinan.

Desakan tersebut bukan sekadar keluhan lisan. Para tenaga medis dan staf mengaku telah menuangkan keberatan mereka dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani puluhan pegawai dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba.

Mereka kini meminta Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Sekretaris Daerah, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba agar tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera mengambil langkah penyelesaian.

Dalam surat pernyataan itu, para staf menyampaikan delapan poin keberatan terhadap kepemimpinan Kepala Puskesmas. Mereka menyoroti dugaan sikap otoriter dan antikritik, dinilai lepas tangan ketika muncul persoalan, kurangnya empati terhadap staf, transparansi anggaran yang mereka nilai buruk, pengawasan kerja yang dianggap berlebihan, dugaan pilih kasih, sikap yang dinilai arogan, serta dugaan mencampuradukkan persoalan pribadi dengan pekerjaan.

Berbagai keberatan tersebut merupakan pernyataan dari pihak staf dan masih memerlukan klarifikasi dari Kepala Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

SURAT SUDAH DISERAHKAN, STAF MENGAKU BELUM MENDAPAT PENYELESAIAN

Para tenaga medis dan staf mengungkapkan, persoalan ini sebelumnya telah mereka sampaikan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, dalam pertemuan pada Rabu, 23 September 2026, di ruang Asisten III Pemerintah Kabupaten Tubaba.

Menurut keterangan mereka, dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menyarankan agar keberatan disampaikan secara tertulis dan ditandatangani. Para staf kemudian menindaklanjuti arahan tersebut dengan membuat surat pernyataan.

Pada Selasa, 29 September 2026, surat itu diserahkan ke Dinas Kesehatan melalui pertemuan dengan Kepala Dinas.

“Kami sudah mengikuti arahan untuk membuat surat pernyataan tertulis dan menandatanganinya. Surat itu juga sudah kami serahkan. Kami berharap persoalan ini tidak berhenti sebatas menerima surat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti,” ungkap sejumlah tenaga medis dan staf kepada media, Sabtu (10/10/2026).

Namun, harapan para staf untuk mendapatkan penyelesaian segera disebut belum terpenuhi.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba mendatangi Puskesmas Kibang Budi Jaya. Menurut keterangan para staf, tim tersebut terdiri atas Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Arum, Kabid Kepegawaian Yarma, serta Eka dan Abdul.

Dalam pertemuan itu, para staf mengaku menerima penjelasan bahwa pergantian Kepala Puskesmas masih menunggu hingga akhir tahun.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan kekecewaan di kalangan staf yang menginginkan penyelesaian lebih cepat.

“Menurut yang disampaikan Ibu Arum, pesan Kepala Dinas adalah menunggu sampai akhir tahun untuk pergantian Kepala Puskesmas. Sementara kami sudah merasa tidak nyaman bekerja dalam kondisi seperti ini. Kami meminta agar pergantian segera dilakukan, tidak perlu menunggu sampai akhir tahun,” tegas mereka.

TUNTUT PERGANTIAN SEGERA, BUKAN SEKADAR JANJI

Para staf menegaskan bahwa tuntutan mereka berfokus pada pergantian pimpinan. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan mengenai siapa yang nantinya akan ditunjuk untuk memimpin Puskesmas Kibang Budi Jaya.

“Kami hanya meminta Kepala Puskesmas diganti. Siapa pun penggantinya, kami serahkan kepada Dinas Kesehatan. Yang penting, kami bisa bekerja dengan nyaman dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut,” ujar mereka.

Mereka juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Tubaba, DPRD, Sekda, serta Kepala Dinas Kesehatan memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang telah disampaikan secara tertulis.

Bagi para staf, persoalan kepemimpinan di fasilitas pelayanan kesehatan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai urusan internal pegawai. Mereka berharap kondisi kerja yang kondusif dapat diwujudkan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan secara optimal.

“Kami ini berada di garis depan dalam melayani masyarakat. Karena itu, kami memohon kepada Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Sekda, dan Kepala Dinas Kesehatan agar segera mengambil langkah nyata. Kami ingin bekerja dengan tenang dan melayani pasien dengan maksimal,” tegas mereka.

KEPALA PUSKESMAS BELUM BERIKAN TANGGAPAN

Sementara itu, saat media berupaya meminta konfirmasi langsung ke UPTD Puskesmas Kibang Budi Jaya, Ika Isnafuri tidak berada di tempat.

“Kepala Puskesmas tidak ada,” ujar salah seorang staf yang ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Ika Isnafuri belum memberikan tanggapan atas keberatan dan tuntutan pergantian yang disampaikan para tenaga medis dan staf tersebut.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba juga perlu memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut surat mosi tidak percaya, dasar pertimbangan menunggu hingga akhir tahun, serta langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kini, keputusan dan langkah konkret berada dalam perhatian Pemerintah Kabupaten Tubaba. Aspirasi yang telah dituangkan dalam surat resmi itu menuntut jawaban yang jelas, bukan sekadar penundaan tanpa kepastian.

Publik pun menanti bagaimana Bupati, DPRD, dan Dinas Kesehatan menyikapi persoalan ini secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

(PD/Imam)