Jalan Kabupaten Tubaba Hancur Dilindas Truk 20 Ton, Perusahaan Luar Daerah Diduga Cuci Tangan

Tulang Bawang Udik, Tubaba, lingkarmerah.my.id – Kerusakan parah jalan Kabupaten di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kini menjadi simbol lemahnya perlindungan infrastruktur publik.

Pasanya, jalan yang dibangun dari uang rakyat Tubaba itu hancur diduga akibat dilindas truk bertonase berat milik perusahaan luar daerah, sementara tanggung jawab seolah menguap.

Hasil pantauan di lapangan 3 Februari 2026, menunjukkan, jalan kabupaten tersebut secara rutin dilintasi truk Fuso roda enam dengan muatan diperkirakan mencapai 20 ton, jauh melampaui kapasitas dan kelas jalan. Truk-truk itu mengangkut bahan baku sagu milik PT SIT, perusahaan yang disebut beroperasi di luar Kabupaten Tubaba dan melintasi wilayah Lampung Utara serta Way Kanan.

Akibat beban berlebih yang terus-menerus, kondisi jalan kini rusak berat. Aspal mengelupas, lubang menganga, dan permukaan bergelombang membuat jalan sulit dilalui. Warga setempat menjadi korban langsung karena akses utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial lumpuh.

Salah satu sopir truk, Muhsin, mengakui kendaraan yang dikemudikannya bermuatan berat dan melintasi jalan kabupaten tersebut untuk pengiriman ke luar daerah. “Tujuan kami ke Cilegon, muatannya sagu. Mobil plat BE semua. Barang dimuat dari PT SIT Lampung Utara,” ujar Muhsin di lokasi.

Ia juga membenarkan armada tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan yang sudah rusak parah. Ironisnya, kerusakan terjadi di wilayah Tubaba, namun keuntungan ekonomi justru mengalir keluar daerah. Jalan hancur, warga menanggung risiko, sementara muatan bernilai tinggi melaju mulus menuju kawasan industri di luar wilayah.

Warga menilai lemahnya pengawasan dan pembiaran oleh pemerintah daerah menjadi faktor utama kerusakan yang kian parah. Hingga kini, tidak terlihat penertiban serius terhadap kendaraan over tonase yang bebas melintas di jalan kabupaten dengan kelas jalan terbatas.

“Kami yang setiap hari lewat sini. Sekarang jalan rusak parah, motor sering jatuh, mobil susah lewat. Tapi yang merusak bukan warga sini,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Tubaba segera bertindak tegas. Mulai dari penegakan aturan kelas jalan, penertiban kendaraan bermuatan berlebih, hingga menuntut pertanggungjawaban perusahaan yang diduga menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur.

Jika terus dibiarkan, warga khawatir kerusakan akan semakin meluas dan memicu kecelakaan lalu lintas. Mereka juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi aset publik dari eksploitasi kepentingan bisnis lintas wilayah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT SIT maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan jalan kabupaten tersebut. (Imam).