Klaim 15 Mobil Batu Dipertanyakan, Dua Kepalo Tiyuh Bantah PT BSSW
Tulang Bawang Barat, Lampung, lingkarmerah. my.id – 23 Februari 2026: Klaim PT BSSW yang menyebut telah menyalurkan 15 mobil batu untuk perbaikan jalan rusak di wilayah Tulang Bawang Barat (Tubaba) menuai bantahan dari aparatur tiyuh setempat. Dua kepalo tiyuh menyatakan jumlah bantuan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang mereka ketahui di lapangan.
Sebelumnya, Henderi selaku bagian umum perusahaan mengakui kendaraan operasional perusahaan melintasi wilayah Tubaba. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan material berupa 15 mobil batu untuk penimbunan jalan di perbatasan Tiyuh Waisido dan Tiyuh Karta Harja.
Namun, Kepalo Tiyuh Karta Harja, Bandarudin, membantah klaim tersebut. “Saya tegaskan bukan 15 mobil. Sepengetahuan saya dari informasi warga, tahun lalu hanya sekitar lima mobil batu yang diberikan. Selebihnya tidak ada,” ujarnya.
Bandarudin menilai kondisi jalan di wilayahnya masih dalam keadaan rusak dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Ia menyebut aktivitas kendaraan berat yang melintas turut memperparah kerusakan.
“Yang merasakan dampaknya adalah masyarakat. Jalan rusak ini membahayakan pengguna, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintas,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepalo Tiyuh Waisido, Roli Yansah. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah bantuan yang diklaim perusahaan.
“Informasi soal 15 mobil itu saya tidak tahu. Memang pernah ada bantuan batu, tetapi jumlah pastinya saya tidak mengetahui. Yang jelas, kondisi jalan saat ini masih rusak,” ungkap Roli.
Perbedaan keterangan antara pihak perusahaan dan aparatur tiyuh ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait realisasi bantuan tersebut. Warga berharap ada transparansi dan kejelasan mengenai jumlah serta distribusi material yang disebut telah disalurkan.
Sejumlah warga juga menilai perbaikan sementara tidak akan menyelesaikan persoalan apabila kendaraan berat tetap melintas tanpa adanya penanganan infrastruktur yang memadai. Mereka meminta adanya solusi permanen serta koordinasi terbuka antara perusahaan dan pemerintah tiyuh guna mencegah kerusakan jalan yang terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan tambahan terkait bantahan dari kedua kepalo tiyuh tersebut.
(PD/Imam).






