Usai Polemik Limbah, Kini Kualitas Menu MBG untuk Ibu Menyusui dan Balita Dipertanyakan Warga
Tulang Bawang Barat, lingkarmerah.my.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menuai kritik terkait dugaan pembuangan limbah dapur ke area rawa, kini warga mempertanyakan kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat dari Dapur MBG di Tiyuh Kagungan Ratu, RK 03 RT 01 Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Sorotan tersebut muncul setelah pembagian makanan pada Rabu (10/06/2026). Warga menilai menu yang diterima jauh dari ekspektasi sebuah program yang digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, khususnya ibu menyusui dan balita.
Berdasarkan keterangan warga, menu yang dibagikan hanya terdiri dari nasi putih, sayur manisa yang diiris kecil dan dicampur jagung, serta 1 tusuk smpul beriisi 3 tahu gembos 1 buah kurma 4 biji yang jumlahnya dinilai sangat minim.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, program MBG dibentuk untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, bukan sekadar membagikan makanan yang dianggap belum memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.
“Kalau ini disebut makanan bergizi untuk ibu menyusui dan balita, tentu masyarakat berhak bertanya. Apakah menu seperti ini sudah sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah?” ujar salah seorang warga Kagungan Ratu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Kekecewaan warga semakin menguat karena persoalan ini muncul tidak lama setelah adanya polemik dugaan pembuangan limbah dapur MBG yang sempat dikeluhkan masyarakat sekitar. Alih-alih menjawab keraguan publik, kini muncul pertanyaan baru mengenai kualitas dan kelayakan makanan yang disalurkan.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak program MBG. Namun, mereka meminta agar pelaksanaannya diawasi secara serius dan transparan. Sebab, program yang menggunakan anggaran negara tersebut harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang menjadi sasaran utama.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, pengelola dapur MBG, serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disajikan. Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat justru kehilangan esensinya karena lemahnya pengawasan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Dapur MBG Kagungan Ratu terkait keluhan dan pertanyaan yang disampaikan warga tersebut.(PD)imam.






